Selasa, 28 April 2009

Kenangan di sekolah lama..

Terharu bercampur geram………… ya, itu yang terjadi pada saat aku mengunjungi sekolah lama ku, SMU N 1 Tg. Morawa.

Pada saat itu, dengan mengendarai kereta ( sepeda motor ), aku pergi ke rumah orang tua ku di kec. Tg. Morawa. Hanya 1 jam perjalanan dari tempatku saat ini Medan ke sana.

Berhubung bertepatan dengan jam pulang sekolah adik perempuanku, jadi ku sempatkan mampir untuk menjemputnya, adik ku sekolah di SMU N 1 Tg. Morawa, sekolah dimana aku juga pernah menuntut ilmu disitu.

................................................................................................................................................

Pada saat sampai di sekolah itu, aku langsung terbayang di waktu aku dulu masih memakai seragam sekolah, heheh.... aku jadi tersenyum sendiri.

Terbayang dimana aku dan teman-teman dulu sering bercanda pada waktu pulang sekolah, kena hukum karena terlambat masuk sekolah, masa pacaran (yihaaa....... hahahha), mantan-mantanku......hahahhaha..........

Semua itu membuat aku tersenyum terus, haha.....

Dulu aku menyebut sekolah ini adalah sekolah seni, karena pada muridnya pada suka yang berbau seni, dari pada pelajaran. Banyak yang bolos pada saat jam pelajaran, biasa kami (ups...heheh..) bersemayam di kantin sekolah. Dan yang uniknya menurut hitunganku pada saat itu, sekolah kami mempunyai 5 kantin hahaha......

Jadi kalau ada “razia”, kami dengan profesional nya langsung berpindah-pindah kantin untuk menghindarinya, karena yang biasa melakukan razia itu adalah para GURU KILLER terlatih, tak lepas dari bantuan para “teteh-teteh” penjaga kantin tentunya.

Kami, terutama aku pribadi, bolos jam pelajaran, bukan karena malas belajar, tapi guru mata pelajarannya tidak datang, sehingga biasanya langsung di ganti oleh guru-guru lain yang kebetulan nganggur, alias sedang tidak mengajar. Dan biasanya guru-guru itu bukan membawakan pelajaran kepada kami, malah kami disuruh yang ngga-ngga, kadang kami disuruh nyanyi satu-satu di depan kelas, kadang disuruh bersih-bersih kelas, nah... dan yang lebih parahnya lagi, klo guru yang menggantikan itu adalah wakil kepala sekolah... mampus, yang ada kami malah di razia, laki-laki nya razia rambut gondrong (aku paling benci kalau kena..), razia kaus kaki ( harus putih klo hari biasa, hitam klo hari jumat dan sabtu), dan razia yang lain-lain.

...............................................................................................................................................

Dan berbicara tentang wakil kepala sekolah ini, itu yang membuat aku geram, karena aku berjumpa denganya pada saat aku sedang menunggu adikku di depan gerbang sekolah, nama nya sengaja tidak aku sebutkan, karena bagaimanapun juga aku menghormati dia sebagai guru di sekolah itu.

Dulu, diantara semua guru-guru, baik yang killer maupun yang baik, dia lah guru yang paling tidak masuk di akal ku, dia lebih hobi menghukum para murid, dari pada mengajar di kelas.

Pada saat jam belajarnya, dia malah sering meninggalkan kelas itu, hanya untuk melakukan razia, hampir setiap hari, kan gilak itu............hahah...

...............................................................................................................................................

Tapi itu semua sudah lewat, sudah menjadi kenangan manis bagi ku, ingin aku melanjutkan cerita ini, tapi mungkin lain kali, karena mataku sudah perih karena monitor komputer sialan ini. Thanks

2 komentar: